Tanaman ini sejatinya banyak di temui ditanah berumput yang agak
lembab. Bahkan termasuk dianggak gulma di perkebunan karet dan teh.
Namun bagi sebagian orang yang kenal akan karakter tanaman ini tentunya
akan memindahkannya di sebuah Pot untuk dipelihara sebagai tanaman obat.
Tanaman
tersebar luas di seluruh dunia, berasal daatan asia dan eropa dan
termasuk dari 9 tanaman obat yang dianggap sakral di Aglo Saxon.
Beberapa daerah menamai dengan berbeda, seperti di sunda tanaman ini
disebut ki urat, ceuli, c. Ucal, sembung otot, suri pundak di jawa, daun
urat, ekor angin, kuping menjangan untuk daerah sumatera.
Herbal
ini bermanfaat untuk infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing
darah, bengkak karena ginjal, batu ginjal, batu empedu, demam, flu,
kencing sedikit, batuk rejan, diabestes, disentri, diare, nyeri lambung,
mata merah, diigit serangga, cacingan, perangsang birahi, mani beser,
batuk darah, keputihan, susah kencing, penglihatan kabur, beri-beri,
darah tinggi, nyeri otot, sakit kuning, rematik otot, sukar kencing.
Beberapa
contoh pemakain di masyarakat antara lain : Herba, biji, akar. Biji
dikumpulkan setelah masak lalu digongseng atau digongseng dengan air
asin.
INDIKASI:
Herba disinyalir berguna untuk
- gangguan seperti infeksi saluran kencing,
kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal
(nefrotik
edema), kencing sedikit karena panas dalam, batu empedu, batu ginjal,
radang prostat (prostatitis), influenza, demam, batuk rejan (pertusis),
radang saluran napas (bronkitis), diare, disentri, nyeri lambung, radang
mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang
kabur,
kencing manis (DM), hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik
akut), cacingan, gigitan serangga, dan perdarahan seperti mimisan,
batuk darah.
Akar dari herbal inipun bermanfaat untuk mengatasi: keputihan (leukore) dan nyeri otot.
Sedangkan Biji berkhasiat :
Gangguan
pencernaan pada anak (dispepsia), perangsang birahi (afrodisiak), beser
mani (spermatorea), kencing sakit (disuria), sukar kencing, rasa penuh
di perut bagian bawah, diare, disentri, cacingan, penglihatan kabur,
mata merah, bengkak dan terasa sakit akibat panas pada organ hati, batuk
disertai banyak dahak, beri-beri, darah tinggi (hipertensi), sakit
kuning (jaundice), dan rematik gout.
Caranya antara lain :
Herba
kering 0 – 15 g atau yang segar herba segar 15 30 g direbus, lalu
diminum airnya. Bisa juga herba segar ditumbuk lalu diperas dan saring
untuk diminum.
Pemakaian bijinya, siapkan 10 – 15 g biji daun
sendok, lalu direbus dan diminum airnya. Untuk pemakaian luar, herba
segar dipipis lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas
atau bisul, lalu dibalut. Pemakaian juga bisa dengan cara direbus, lalu
airnya untuk kumur-kumur pada dang gusi dan sakit tenggorok. Bisa juga
digunakan dengan cara digiling halus, lalu dibuat salep untuk mengatasi
bisul, abses, dan koreng.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Melancarkan kencing
a. Herba daun sendok segar sebanyak 6 ons dicuci, tambahkan gula
batu secukupnya. Bahan tersebut direbus dengan 3 liter air,
sampai air rebusannya tersisa separo. Minum seperti air teh
habiskan dalam sehari.
b. Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat Peras
dan saring sampai airnya terkumpul 1/2 gelas. Tambahkan madu 1
sendok makan, lalu diminum sekaligus.
2. Kencing berdarah :
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras
dan saring sampai airnya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan
3. Disentri panas :
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk halus. Peras dan
saring sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan madu 2 sendok makan
sambil diaduk merata. Air perasan,tersebut lalu ditim sebentar.
Minum sekaligus selagi hangat.
4. Disentri basiler, diare :
Herba daun sendok segar sebanyak 30 g setelah dicuci bersih lalu
direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusannya tersisa 1 gelas
Setelah dingin disaring, airnya diminum sehari 2 kali, masing-masing
1/2 gelas.
5. Mimisan :
Daun sendok segar sebanyak 15 g dicuci lalu dipipis. Seduh dengan
secangkir air panas. Setelah dingin diperas dan disaring, lalu
diminum sekaligus.
6. Batuk sesak, batuk darah :
Herba daun sendok segar sebanyak 60 g dicuci lalu tambahkan air
bersih sampai terendam dan 30 g gula batu. Ditim sampai mendidih
selama 15 menit. Minum selagi hangat.